AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK SAP 2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Peran utama akuntansi manajemen sektor publik adalah
menyediakan informasi akuntansi yang akan digunakan oleh manajer sektor publik
dalam melakukan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Informasi
akuntansi diberikan sebagai alat atau sarana untuk membantu manajer menjalankan
fungsi-fungsi manajemen sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.
Akuntansi manajemen merupakan bagian dari suatu sistem
pengendalian manajemen yang integral. Institute
of Management Accountants(1981) mendefinisikan akuntansi manajemen
sebagai suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, pengakumulasian,
penganalisaan, penyiapan, pengintepretasian, dan pengkomunikasian informasi
finansial yang digunakan oleh manajemen perencanaan, evaluasi, dan pengendalian
organisasi serta untuk menjamin bahwa sumber daya digunakan secara tepat dan
akuntabel.
Dalam
Statements on Management Accounting 1A tentang definisi akuntansi manajemen, dipaparkan
sebagai berikut:
“The Process of identification, measurement,
accumulation, analysis, preparation, interpretation, and communication of
financial information used by management to plan, evaluate, and control within
an organization and to assure appropriate use of and accountability for its
resources.”
Sementara
itu , Chartered Institute of Management Accountants (1994) dalam Jones dan Pandlebury (1996) membuat
definisi yang lebih luas daripada definisi yang dikeluarkan oleh Institute
of Management Accountants, terutama dalam hal luas informasi yang
diberikan. Chartered
Institute of Management Accountants mendefinisikan akuntansi
manajemen sebagai suatu bagian integral dari manajemen yang terkait dengan
pengidentifikasian, penyajian, dan pengintepretasian informasi yang digunakan
untuk:
- Perumusan strategi
- Perencanaan dan pengendalian aktivitas
- Pengambilan keputusan
- Pengoptimalan penggunaan sumber daya
- Pengungkapan (disclosure) kepada shareholders dan pihak luar organisasi
- Pengungkapan kepada karyawan
- Perlindungan aset
Baik Institute
of Management Accountants maupun Chartered
Institute of Management Accountants sama-sama menyatakan bahwa
akuntansi manajemen merupakan bagian yang integral dari sistem pengendalian
manajemen. Pada dasarnya prinsip akuntansi manajemen sektor publik tidak banyak
berbeda dengan prinsip akuntansi manajemen yang diterapkan pada sektor swasta.
Akan tetapi, harus diingat bahwa sektor publik memiliki perbedaan sifat dan
karakterisitik dengan sektor swasta, sehingga penerapan teknik akuntansi
manajemen sektor swasta tidak dapat diadopsi secara langsung tanpa modifikasi.
Berbeda dengan akuntans keuangan , akuntansi manajemen sektor publik terkait
dengan pemberian informasi kepada pihak intern organisasi dan cenderung
memberikan laporan yang sifatnya prospektif yaitu digunakan untuk perencanaan di
masa yang akan datang, sedangkan akuntansi keuangan terkait dengan pelaporan dan
pengkomunikasian informasi kepada pihak eksternal organisasi dan memberikan
informasi yang bersifat laporan historis dan retrospektif, yaitu berupa laporan
kinerja masa lalu.
1.2 Rumusan Masalah
1.1.1 Bagaimana Akuntansi sebagai alat perencanaan organisasi
?
1.1.2 Bagaimana Akuntansi sebagai alat pengendalian
organisasi ?
1.1.3 Bagaimana Proses Perencanaan dan Pengendaliaan Manajerial
Organisasi Sektor Publik ?
1.1.4 Bagaimana Peran
Akuntansi Manajemen Sektor Publik terhadap
Organisasi Sektor Publik ?
1.2.5 Bagaimana contoh kasus yang berhubungan dengan Peran Akuntansi Manajemen
Sektor Publik ?
1.3 Tujuan Masalah
1.1.5 Untuk mengetahui Akuntansi sebagai alat perencanaan
organisasi.
1.1.6 Untuk mengetahui Akuntansi sebagai alat pengendalian
organisasi.
1.1.7 Untuk mengetahui Bagaimana Proses Perencanaan dan Pengendaliaan Manajerial
Organisasi Sektor Publik.
1.1.8 Untuk mengetahui Peran Akuntansi Manajemen Sektor
Publik terhadap
Organisasi Sektor Publik.
1.1.9 Untuk mengetahui contoh
kasus yang berhubungan dengan Peran Akuntansi Manajemen Sektor
Publik.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi
Perencanaan merupakan cara organisasi menetapkan tujuan
dan sasaran organisasi. Perencanaan
meliputi aktivitas yang sifatnya stategik, taktis dan melibatkan aspek
operasional. Dalam hal perencanaan oprganisasi akuntansi menejemen berperan
dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk menfasilitasi
perencanaan. Proses perencanaan juga melibatkan aspek prilaku yaitu
partisipasi dalam pengembangan sistem perencanaan, penetapan tujuan,
dan pemilihan alat yang paling tepat untuk memonitor
perkembangan pencapaiaan tujuan.
Perencanaan organisasi sangat penting dilakukan untuk
mengantisipasi keadaan dimasa yang akan datang. Bagi tiap-tiap jenis organisasi,
sistem perencanaan berbeda-beda tergantung pada tingkat ketidakpastian dan
kestabilan lingkungan yang mempengaruhi. Semakin tinggi tingkat ketidakpastian
dan ketidakstabilan lingkungan yang dihadapi organisasi, maka diperlukan sistem
perencanaan yang semakin kompleks dan canggih.
Dalam organisasi sektor publik, lingkungan yang
mempengaruhi sangat heterogen. Faktor politik dan ekonomi sangat dominan dan
mempengaruhi tingkat kestabilan organisasi. Informasi akuntansi diperlakukan
untuk membuat prediksi-prediksi dan estimasi mengenai kejadian ekonomi yang akan
datang dikaitkan dengan keadaan ekonomi dan politik saat ini.
Sementara itu tingkat ketidakpastian atau turbulensi
yang dihadapi sektor publik di masa-masa yang mendatang akan semakin tinggi. Hal
ini tidak terlepas dari pengaruh pesatnya teknologi informasi yang merambah ke
seluruh sektor, termasuk sektor publik.
Informasi Akuntansi sebagai alat perencanaan pada
dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu :
1. Informasi sifatnya rutin ataukah
ad hoc
Informasi sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan
yang regular, misalnya laporan keuangan bulanan, triwulan, semesteran ataukah
tahunan. Sementara itu organisasi sektor publik seringkali menghadapi masalah
yang sifatnya temporer dan membutuhkan informasi yang segera. Untuk melakukan
perencanaan yang temporer diperlukan informasi yang sifatnya ad hoc.
2. Informasi kuantitatif ataukah
kualitatif.
3. Informasi disampaikan melalui
saluran formal ataukah informal
Mekanisme formal misalnya melalui rapat-rapat dinas,
rapat-rapat komisi dan sebagainya. Pada organisasi sektor publik, saluran
informasi lebih banyak bersifat formal, sedangkan mekanisme informal relatif
jarang dilakukan. Hal tersebut karena adanya batasan transparasi dan
akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga publik, sehingga
perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal atau hanya melibatkan beberapa
orang saja.
2.2 Akuntansi Sebagai Alat Pengendalian Organisasi
Suatu sistem pengendalian yang efektif diperlukan Untuk
menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara
ekonomis, efisien dan efektif. Pola pengendalian tiap organisasi berbeda-beda
tergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. Organisasi bisnis karena
sifatnya yang berorientasi pada perolehan laba maka alat pengendaliannya lebih
banyak bertumpu pada mekanisme negosiasi (negotiated
bargain).
Organisasi sektor publik sifatnya tidak mengejar laba
serta adanya pengaruh politik yang besar, maka alat pengendaliannya lebih banyak
berupa peraturan birokrasi. Terkait dengan pengukuran kinerja, terutama
pengukuran ekonomi, efisiensi dan efektivitas (value
for money) akuntansi manajemen memiliki peran utama dalam pengendaliaan
organisasi yaitu mengkuantifikasikan keseluruhan kinerja terutama dalam ukuran
moneter.
Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah
pengendaliaan yang vital bagi organisasi karena akuntansi memberikan informasi
yang bersifat kuantitatif. Informasi akuntansi umumnya dinyatakan dalam bentuk
ukuran financial, sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengintegrasiaan
informasi dari tiap-tiap unit organisasi yang pada akhirnya membentuk gambaran
kinerja organisasi secara keseluruhan.
Dalam memahami akuntansi sebagai alat pengendalian
perlu dibedakan menggunakan informasi akuntansi sebagai alat pengendalian
keuangan (finance control) dengan
akuntansi sebagai pengendalian organisasi (organizational
control). Pengendalian keuangan terkait dengan peraturan atau sistem aliran
uang dalam organisasi khususnya memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas
dan solvabilitas yang cukup baik.
Pengendalian organisasi memerlukan informasi yang lebih
luas dibandingkan pengendalian keuangan. Informasi yang dibutuhkan lebih
kompleks tidak sekedar informasi keuangan saja. Sebagai contoh dalam sebuah
usulan investasi publik, informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian keuangan
adalah berupa prediksi aliran kas dan profitabilitas dari investasi tersebut.
Sementara itu, untuk tujuan pengendalian organisasi dibutuhkan informasi yang
lebih luas meliputi aspek ekonomi, sosial, dan politik dari investasi yang
diajukan.
2.3 Proses Perencanaan dan Pengendaliaan Manajerial Organisasi Sektor Publik
Perencanaan dan pengendalian sebaiknya dipertimbangkan
secara bersama-sama. Tanpa pengendalian, perencanaan tidak akan berarti karena
tidak ada tindak lanjut (follow-up) untuk mengidentifikasi apakah rencana
organisasi telah tercapai. Sebaliknya tanpa ada perencanaan, maka pengendalian
tidak akan berarti karena tidak ada target atau rencana yang digunakan sebagai
pembanding. Perencanaan dan pengendalian merupakan suatu proses yang membentuk
suatu siklus, sehingga suatu tahap akan terkait dengan tahap yang lain dan
terintegrasi dalam satu organisasi. Jones and Pendlebury (1996) membagi proses
perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi 5
tahap, yaitu :
1. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar
2. Perencanaan operasional
3. Penganggaran
4. Pengendaliaan dan pengukuran, dan5. Pelaporan, analisis, dan umpan balik
2. Perencanaan operasional
3. Penganggaran
4. Pengendaliaan dan pengukuran, dan5. Pelaporan, analisis, dan umpan balik
Gambar 1.
Proses Perencanaan dan Pengendalian Manajerial
Organisasi Sektor Publik
2.4 Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik
Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor
publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada
manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Inti
akuntansi manajemen adalah perencanaan dan pengendalian. Peran akuntansi
manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi :
1. Perencanaan dan Perumusan
Strategik
Perumusan strategi merupakan proses penentuan
visi,misi,tujuan,sasaran,target (outcome),arah dan kebijakan, serta
strategi organisasi. Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggungjawab
manajemen puncak (top management).
Pada tahap perencanaan strategik, manajemen organisasi membuat
alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategi organisasi.
Program-program tersebut diseleksi dan dipilih program yang sesuai dengan skala
prioritas dan sumber daya yang dimiliki. Peran akuntansi manajemen adalah
memberikan informasi untuk menentukan berapa biaya program (cost of program) dan
berapa biaya suatu aktivitas (cost of activity), sehingga berdasarkan informasi
akuntansi tersebut manajer dapat menentukan berapa anggaran yang dibutuhkan
dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki. Perbedaannya dengan perumusan
strategi adalah perumusan strategi merupakan proses untuk menentukan strategi,
sedangkan perencanaan strategik adalah proses menentukan bagaimana
mengimplementasikan strategi tersebut.
Untuk memberikan jaminan dialokasikannya sumber daya
input secara ekonomis, efisien, dan efektif, maka diperlukan informasi akuntansi
manajemen yang akurat, relevan, dan handal untuk menghitung besarnya biaya
program, aktivitas, atau proyek. Sistem informasi akuntansi manajemen yang baik
dapat mengurangi peluang terjadinya pemborosan, kebocoran dana, dan mendeteksi
program-program yang tidak layak secara ekonomi. Keandalan sistem informasi
akuntansi manajemen sangat penting dimiliki seiring dengan adanya paradigma baru
organisasi pemerintah yang lebih berorientasi pada pelayanan masyarakat dan
kepentingan publik (putting the customer first). Akuntansi manajemen pada sektor
publik dihadapkan pada tiga permasalahan utama yaitu efisiensi biaya, kualitas
produk, dan pelayanan (cost, quality, and service).
Untuk dapat mendapatkan kualitas pelayanan publik yang
tinggi dengan biaya yang murah, pemerintah harus mengadopsi sistem informasi
akuntansi manajemen yang modern. Pada dasarnya organisasi publik juga dapat
menerapkan teknik akuntansi manajemen yang diterapkan disektor swasta, seperti
teknik activity-based costing, job costing, batch costing, standart costing dan
sebagainya untuk menetukan biaya produk atau pelayanan. Memang terdapat sedikit
perbedaan antara sektor swasta dengan sektor publik dalam hal penentuan biaya
produk atau pelayanan (product costing). Hal tersebut disebabkan sebagian besar
biaya pada sektor swasta cenderung merupakan engineered costs yang memiliki
hubungan secara langsung dengan output yang dihasilkan, sementara biaya pada
sektor publik sebagian besar merupakan discretionary costs yang ditetapkan di
awal periode anggaran dan sering tidak memiliki hubungan langsung antara
aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan. Kebanyakan output yang
dihasilkan di sektor publik merupakan intangible output yang
diukur.
Karena sebagian besar biaya yang terjadi disektor
publik merupakan discretionary costs, maka peran manajer publik sangat penting
dalam mengendalikan biaya. Akuntansi manajemen sektor publik sangat erat dengan
proses pemilihan program, penentuan biaya, dan manfaat program serta
penganggaran. Akuntansi manajemen sektor publik juga berfungsi untuk
memfasilitasi dihasilkannya anggaran sektor publik yang efektif, efisien, dan
ekonomis (value for money budget).
Salah
satu metode perumusan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity,
Threat). Analisis SWOT dikebangkan dengan menganalsis faktor internal
organisasi yang menjadi kekuatan dan kelemahan organisasi (core
competence) dan memperhitungkan faktor eksternal berupa ancaman dan peluang.
Strategi perusaaan dapat berubah atau mengalami revisi (strategy
revision), jika terdapat lingkungan yang berubah yang dipengaruhi oleh
adanya ancaman (threat) dan
kesempan (opportunity) misalnya
adanya inovasi teknologi baru, peraturan pemerintah baru, atau perubahan
lingkungan politik dan ekonomi lokal dan global.
Gambar 2.
Proses Perumusan Strategi
Proses
perumusan strategi pada organisasi sektor publik banyak dipengaruhi oleh
perkembangan di sektor swasta. Sama halnya dengan sektor swasta, tahap paling
awal dari manajemen strategik pada sektor publik adalah perencanaan. Perencanaan
dimulai dari perumusan strategi. Olsen dan Eadie (1982) menyatakan bahwa proses
perumusan strategi terdiri atas lima komponen dasar, yaitu:
a. Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang
dirumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan memberikan rerangka pengembangan
strategi serta target yang akan dicapai.
b. Analisis atau scanning lingkungan, terdiri dari
pengidentifikasian dan pengukuran(assessment) faktor-faktor eksternal
yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimbangkan pada saat merumuskan strategi
organisasi.
c. Profit internal dan audit sumber daya, yang
mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal
berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik.
d. Perumusan,evaluasi, dan pemilihan strategi.
e. Implementasi dan pengendalian rencana
strategi.
Gambar 3.
Proses Perencanaan Strategik
2. Pemberian Informasi
Biaya
Biaya (cost) dalam konteks organisasi sektor publik
dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, yaitu :
a. Biaya input
Biaya input adalah sumber daya yang dikorbankan untuk
memberikan pelayanan. Biaya input bisa berupa biaya tenaga kerja dan biaya bahan
baku.
b. Biaya output
Biaya
output adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga sampai ke
tangan pelanggan. Pada organisasi sektor publik output diukur dengan
berbagai cara tergantung pada pelayanan yang dihasilkan. Sebagai misal untuk
perusahaan transportasi massa, biaya mungkin diukur berdasarkan biaya per
penumpang.
c. Biaya proses.
Biaya proses dapat dipisahkan berdasarkan fungsi
organisasi. Biaya diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi, misalnya
biaya departemen produksi, departemen personalia, biaya dinas-dinas, dan
sebagainya.
Akuntansi manajemen sektor publik memiliki peran yang
strategis dalam perencanaan finansial terkait dengan identifikasi biaya-biaya
yang terjadi. Dalam hal ini, akuntansi manajemen sektor publik membutuhkan cost
accounting untuk pengambilan keputusan biaya. Akuntansi biaya pada sektor publik
berperan untuk memberikan informasi mengenai pengeluaran publik yang dapat
digunakan oleh pihak internal (pemerintah) dan pihak eksternal (masyarakat,
DPRD, LSM, universitas, dan sebagainya) untuk perencanaan, pengendalian, dan
pengambilan keputusan. Peran akuntansi manajemen dalam pemberian informasi biaya
meliputi penentuan klasifikasi biaya, biaya apa saja yang masuk dalam kategori
biaya rutin (recurrent expenditure) dan yang masuk kategori biaya modal (capital
expenditure), controllable dan uncontrollable, biaya tetap dan variable, dan
sebagainya. Informasi akuntansi manajemen diharapkan dapat membantu manajer
publik dalam menentukan dan melaporkan biaya.
Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas, yaitu
:
a. Cost finding
Pada tahap cost finding, pemerintah mengakumulasi data
mengenai biaya yang dibutukan untuk menghasilkan produksi atau jasa
pelayanan.
b. Cost Recording
Setelah
berhasil dilakukan cost finding, tahap berikutnya adalah melakukan cost
recording yang meliputi kegiatan pencatatan data kedalam sistem akuntansi
organisasi.
c. Cost analyzing
Setelah
dilakukan pencatatan biaya, tahap berikutnya adalah melakukan analisis biaya,
yaitu mengidentifikasi jenis dan perilaku biaya, perubahan biaya, dan volume
kegiatan. Manajemen organisasi harus dapat menentukan pemicu biaya (cost driver)
agar dapat dilakukan strategi efisiensi biaya.
d. Strategic cost management
Setelah
dilakukan analisis biaya, tahap berikutnya adalah menentukan strategi
penghematan biaya agar tercapai value for money.
e. Cost Reporting
Tahap terakhir adalah memberikan informasi biaya secara
lengkap kepada pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diagresikan
ke dalam suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal.
3. Penilaian
Investasi
Akuntansi Manajemen dibutuhkan pada saat organisasi
sektor publik hendak melakukan investasi, yaitu untuk menilai kelayakan
investasi secara ekonomi dan finansial. Akuntansi manajemen diperlukan dalam
penilaian investasi karena untuk dapat menilai investasi diperlukan identifikasi
biaya, risiko, dan manfaat atau keuntungan dari suatu investasi. Faktor yang
harus diperhatikan akuntan manajemen adalah tingkat diskonto, tingkat inflasi,
tingkat risiko dan ketidakpastian (termasuk country risk dan political risk),
dan sumber pendanaan untk investasi yang akan dilakukan.
Penilaian investasi di sektor publik pada dasanya lebih
rumit dibandingkan dengan di sektor swasta. Pada sekor swasta, terdapat beberapa
teknik penilaian investasi, misalnya dengan menggunakan Net Present Value (NPV),
Internal Rate Of Return(IRR), Accounting Rate Of Return (ARR) , Payback Period
(PP), dan sebagainnya.
Teknik-teknik penilaian investasi yang digunakan di
sektor swasta berbeda dengan sektor publik, hal ini dikarenakan sektor swasta
berorientasi mengejar laba, sementara sektor publik tidak, disamping itu sulit
ntuk mengeluarkan output yang dihasilkan, sehingga untuk menentukan keuntungan
di masa depan dalam ukuran finansial sulit dilakukan.
Penilaian investasi dalam organisasi sektor publik
dilakukan menggunakan analisis biaya-manfaat (cost benefit). Menentukan biaya
sosial dan manfaat sosial dalam satuan moneter sulit dilakukan, oleh karena itu
untuk memudahkan, kemudian digunakan analisis efektivitas biaya
(cost-effertiveness analysis). Penilaian investasi dengan menggunakan analisis
efektivitas biaya menekankan pada seberapa besar dampak (outcome) yang dicapai
dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu.
4. Penganggaran
Akuntansi manajemen berbicara tentang perencanaan dan
pengendalian, sedangkan salah satu fungsi anggaran adalah untuk alat perencanaan
dan pengendalian. Dengan demikian, akuntansi manajemen sangat erat hubungannya
dengan penganggaran.
Akuntansi manajemen berperan untuk memfasilitasi
terciptanya anggaran publik yang efektif. Terkait dengan tiga fungsi anggaran ,
yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik, alat distribusi, dan stabilisasi,
maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan
dan mendistribusikan sumber dana public secara ekonomis, efisien, efektif, adil,
dan merata.
5. Penentuan Biaya Pelayanan (Cost of
Services) dan Penentuan Tarif Pelayanan (Charging for Services
)
Akuntansi manajemen digunakan untuk menentukan berapa
biaya untuk memberikan pelayanan dan tarif yang akan dibebankan pada pemakai
pelayanan public, termasuk menghitung subsidi. Masyarakat menghendaki pemerintah
memberikan pelayanan yang cepat, berkualitas, dan murah. Pemerintah yang
berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan, tuntutan, keinginan
masyarakat tersebut agar kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat semakin
baik.
Penentuan biaya pelayanan (cost of services) dan
penentuan tarif (charging for service) merupakan satu rangkaian yang keduanya
sama-sama membutuhkan informasi akuntansi. Sebagai contoh, pemerintah daerah
harus dapat menentukan berapa biaya untuk membangun terminal bus atau stasiun
kereta api yang tertib, aman dan nyaman serta biaya operasionalnya. Berdasarkan
informasi tersebut pemerintah setempat dapat menentukan berapa tarif pelayanan
yang akan dibebankan kepada pemakai jasa pelayanan terminal atau stasiun kereta
api tersebut.
6. Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja dilakukan untuk mengetahui tingkat
efisiensi dan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dalam tahap penilaian kerja, akuntansi manajemen berperan dalam
pembuatan indikator kinerja kunci (key performance indicator) dan satuan ukur
untuk masing-masing aktivitas yang dilakukan.
2.5 Kasus
Contoh
Kasus :
PDAM
merupakan institusi publik yang memiliki peranan penting dalam memberikan
pelayanan air bersih kepada masyarakat. Namun dalam laporannya yang dimuat
di Ringkasan Eksekutif PETA MASALAH PDAM, Persatuan Perusahaan Air Minum
Seluruh Indonesia mengungkapkan berbagai masalah yang membelit hampir
semua PDAM di Indonesia.
Beberapa
permasalahan yang muncul di PDAM ditinjau dari aspek kinerja manajemen, yaitu
:
a. Kulaitas/kompetensi SDM yang rendah, ini disebabkan
karena adanya rekrutmen direksi dan pegawai yang tidak akuntabel, tidak tersedia
tenaga dengan kualifikasi yang dibutuhkan, SDM yang kurang wawasan dan kurang
penguasaan teknologi
b. Budaya kerja di PDAM yang cenderung mengabaikan
prinsip-prinsip GCG
c. Adanya kendala peningkatan kesejahteraan pegawai
sebagaiman yang ditetapkan dalam Permendagri No. 2/2007 pasal 12 ayat 5
paragraf 4 : biaya pegawai tidak boleh lebih dari 40 % realisasi belanja
operasional perusahaan tahun sebelumnya
d. Kendala pengadaan barang dan jasa yang sifatnya segera
(keppres No. 80 Tahun 2003)
e. Ketidak pastian pengelolaan PDAM sebagai BUMD (UU no. 5
Tahun 1962)
f. Kinerja nol sebagaiman dalam kepmendagri No. 47 tidak
memperhitungkan nilai kinerja PDAM yang tidak punya utang
lagi.
2.6 Solusi
Beberapa solusi yang ditawarkan untuk kinera manajemen
PDAM yang lebih baik adalah antara lain menerapkan sistem Akuntansi
Manajemen Sektor Publik yaitu Sistem Pengendalian, untuk mendapatkan SDM yang
berkompeten PDAM harus memulai dari proses rekruitmen yang akuntabel, sering
mengadakan diklat dan studi banding untuk para karyawannya dan mengadakan
sertifikasi profesi dibidang air minum untuk meningkatkan mutu karyawan,
penggunaan teknologi maju juga akan membantu meningkatkan kualitas pengelolaan
manajamen pada PDAM. Untuk penyehatan PDAM ini diperlukan usaha-usaha terpadu
baik dari sisi PDAM yang didukung Pemda dan DPRD, maupun dari sisi Pemerintah
Pusat. Dengan menggabungkan seluruh potensi tersebut diatas, diharapkan
penyehatan PDAM dapat lebih cepat terealisir.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Peran
utama akuntansi manajemen sektor publik adalah menyediakan informasi akuntansi
yang akan digunakan oleh manajer publik dalam melakukan fungsi perencanaan dan
pengendalian organisasi. Proses
pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan
menggunakan saluran komunikasi formal maupun informal yang meliputi :.
Akuntansi manajemen sektor publik memiliki kaitan yang
erat dengan sistem pengendalian manajemen sektor publik. Sistem pengendalian
manajemen sektor publik memiliki dua komponen, yaitu :
1. Proses Pengendalian Manajemen, yang meliputi aktivitas, yaitu :
a. Perencanaan dan Perumusan Strategi
b. Pemberian Informasi Biaya
c. Penilaian Investasi
d. Penganggaran
e. Penentuan Biaya Pelayanan (Cost of Services) dan
Penentuan Tarif Pelayanan (Charging for Services )
f. Penilaian kinerja
2. Struktur Pengendalian Manajemen
terkait dengan desain struktur organisasi yang tercermin dalam bentuk
pusat-pusat pertanggungjawaban.
Akuntansi manajemen sektor
publik berfungsi sebagai penyedia informasi untuk pengambilan keputusan ekonomi,
sosial, dan politik serta membantu memberi informasi untuk perencanaan dan
pengendalian bagi manajer publik. Akuntansi manajemen dalam organisasi sektor
publik berperan untuk merencanakan strategi, memberikan informasi biaya,
penilaian investasi, penganggaran, dan penentuan biaya pelayanan (cost of
service) dan tarif pelayanan (charging for service).
DAFTAR PUSTAKA
Mardiasmo, 2009. Akuntansi
Sektor Publik. Yogyakarta: Penerbit Andi
Hani, T. Handoko. 2013. Manajemen.
Jakarta : Universitas Gajah Mada.
https://sijenius.wordpress.com/2009/05/08/akuntansi-manajemen-sektor-publik/
http://asdarmunandar.blogspot.co.id/2012/03/uas-akuntansi-sektor-publik.html
http://ziajaljayo.blogspot.co.id/2011/12/akuntansi-sebagai-alat-perencanaan-dan.html
0 Response to "AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK SAP 2"
Post a Comment