-->

AKUNTANSI HOTEL SAP 13



BAB I

PENDAHULUAN



ANALISIS INFORMASI KEUANGAN BERDASARKAN USALI

Analisis laporan keuangan merupakan proses untuk mempelajari data-data keuangan agar dapat dipahami dengan mudah untuk mengetahui posisi keuangan, hasil operasi dan  perkembangan suatu perusahaan dengan cara mempelajari hubungan data keuangan serta kecenderungannya terdapat dalam suatu laporan keuangan, sehingga analisis laporan keuangan dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan juga dalam melakukan analisisnya tidak akan lepas dari peranan rasio-rasio laporan keuangan, dengan melakukan analisis terhadap rasio-rasio keuangan akan dapat menentukan suatu keputusan yang akan diambil Menurut Kasmir (2011:68), tujuan dari analisis laporan keuangan adalah:

1.      Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan dalam satu periode tertentu, baik aset, kewajiban, ekuitas, maupun hasil usaha yang telah dicapai untuk beberapa periode.

2.      Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja yang menjadi kekurangan  perusahaan.

3.      Untuk mengetahui kekuatan-kekuatan yang dimiliki.

4.      Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa saja yang perlu dilakukan ke depan berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan saat ini.

5.      Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen ke depan apakah perlu penyegaran atau tidak karena sudah dianggap berhasil atau gagal.

6.      Dapat juga digunakan sebagai pembanding dengan perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai.

Analisis  keuangan yang terkait dengan operasional dapat dilakukan dengan menggunakan alat analisis  berupa Laporan Keuangan dan Laporan Operasional Harian.

1.      Laporan Keuangan

Laporan Keuangan Hotel terdiri dari 2 (dua) laporan utama yaitu: Neraca dan Laporan Laba Rugi.     Laporan keuangan menyajikan informasi keuangan perusahaan pada waktu yang lalu sehingga menggambarkan “apa yang telah terjadi”.  Angka- angka yang disajikan dalam laporan keuangan  hanya akan merupakan data bagi manajemen untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan antara lain: jumlah kas, jumlah piutang, jumlah hutang , tingkat laba.



2.      Laporan Operasional Harian

Selain Laporan Keuangan, dalam operasional hotel disusun pula laporan operasional harian, yang menyajikan tingkat pencapaian operasional setiap harinya.  Laporan ini khususnya menyajikan mengenai tingkat penjualan dan statistik dari dua departemen mayor yaitu: Room dan Food and Beverage.   Karena disajikan setiap hari, maka manajemen dapat segera mengetahui tingkat pencapaian rencana  dan target usaha setiap harinya.

Prosedur Analisis

Analisis yang dilakukan dari waktu ke waktu sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: ekonomi, pasar, persaingan, kondisi umum dan sebagainya.  Sehingga, hal-hal tersebut perlu dipertimbangkan dalam melakukan analisis.

1.      Memahami  Latar Belakang Data Keuangan

Analisis dilakukan perlu memahami terlebih dahulu pedoman dalam penyusunan laporan keuangan.    Kebijakan Akuntansi yang digunakan misalnya: FIFO untuk pengelolaan persediaan bahan makanan, Metode Garis Lurus dalam penghitungan Penyusutan Aktiva Tetap, Metode Rata – rata untuk penghitungan harga perasediaan, Metode Prosentase Cost untuk penghitungan  Harga Jual, dan sebagainya. 



2.      Kondisi Yang Mempengaruhi Usaha Hotel

Dalam melakukan analisis, perlu mempertimbangkan kondisi-kondisi yang mempengaruhi usaha suatu hotel.  Kondisi tersebut misalnya : Ekonomi, Pariwisata, Transportasi, Keamanan Negara, Politik, Kondisi Alam, Persaingan/pasar dan sebagainya.   Kondisi-kondisi tersebut dapat  mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan diluar batas pengendalian manajemen. 



3.      Mereview Penyusunan Laporan Keuangan

Sebelum melakukan analisis terhadap laporan keuangan, perlu  mereview kembali penyusunan laporan keuangan dari tahun ke tahun.  Langkah ini sangat penting untuk memastikan apakah metode – metode akuntansi di gunakan secara konsisten dari tahun- ketahun.

 

4.      Menganalisa Laporan Keuangan

Langkah terakhir yaitu melakukan analisis terhadap laporan keuangan.  Dalam melakukan analisis terdapat beberapa tehnik yang dapat digunakan manajemen sesuai dengan tujuannya.



Teknik analisis dapat menggunakan beberapa alat sebagai berikut yaitu :

1.      Analisis Trend

Untuk memperoleh gambaran usaha secara garis besar dari tahun ke tahun lebih dari 2 tahun periode usaha, dapat digunakan analisa trend.  Teknik analisis trend/index menggambarkan kecenderungan perubahan suatu rekening dari laporan keuangan dari tahun ke tahun.  Analisa trend yang disajikan  cukup untuk memberikan gambaran/informasi secara garis besar pertumbuhan perusahaan dari tahun ke tahun.Pada teknik ini data laporan keuangan untuk beberapa periode dinyatakan dalam prosentase (%) atas dasar tahun dasar. 



2.      Analisis Comparative

Langkah awal yang baik untuk menganalisis laporan keuangan secara lebih terinci  dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk jangka waktu 2 tahun.  Tujuan penyajian untuk mengetahui perubahan-perubahan pada setiap rekening dari tahun lalu.  Perubahan-perubahan tersebut dapat menunjukkan perkembangan dari tahun lalu.  Petunjuk tersebut dapat digunakan memprediksi kondisi tahun yang akan datang. Dalam menganalisis laporan keuangan komparative, dilakukan evaluasi melalui langkah sebagai berikut :

·         Menentukan asumsi jumlah perubahan yang signifikan (Rp. Dan %)

·         Menentukan rekening – rekening yang signifikan (faktor kunci)

·         Menginterpretasikan kejadian yang memungkinan  terjadinya perubahan







3.      Analisis Common Size

Analisis terhadap laporan keuangan dalam satu tahun usaha yang lebih terinci dapat dilakukan dengan tehnik common size.  Dalam tehnik ini laporan keuangan diperhitungkan proporsi pada suatu kelompok rekening. Laporan keuangan dalam prosentase per komponen (common size) menyatakan masing-masing rekening atas dasar total kelompoknya.  Teknik analisis commond size termasuk  metode analisis vertical.  Pada analisis ini dapat memberikan informasi mengenai:

·         Posisi relatif aktiva lancar terhadap aktiva tetap.

·         Posisi  relatif hutang terhadap modal

·         Distribusi pendapatan (penjualan) untuk biaya dan laba.











BAB II

PEMBAHASAN



A.    Analisis Vertikal dan Horizontal

Analisis Vertikal yakni membandingkan masing-masing pos dalam periode berjalan dengan jumlah total pada laporan yang sama dapat bermanfaat untuk menyoroti hubungan yang signifikan dalam laporan keuangan. Dalam analisis vertikal terhadap neraca, masing-masing pos aktiva dinyatakan sebagai persen dari total aktiva. Masing-masing pos kewajiban dan ekuitas pemilik dinyatakan sebagai persen dari total kewajiban dan ekuitas pemilik. Dalam analisis vertikal terhadap laporan laba-rugi, masing-masing pos dinyatakan sebagai persen dari total pendapatan atau penghasilan. Analisis vertikal juga bisa diterapkan untuk beberapa periode guna menyoroti perubahan hubungan sepanjang waktu.

Analisis Horizontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui  perkembangannya. Dalam melakukan analisis horisontal, sutau akun laporan keuangan tahun berjalan dibandingkan dengan akun yang sama pada periode sebelumnya. Kenaikan atau penurunan jumlah pos tersebut dihitung sebagai persentase kenaikan atau penurunan. Dalam membandingkan laporan dari dua periode yang berbeda, laporan keuangan yang lebih awal selalu dijadikan dasar perhitungan untuk analisis horizontal.

Perbedaan Analisis horizontal dan Vertikal

Pertama, analisis vertikal membandingkan pos yang satu dengan yang lain dalam satu  periode sedangkan pada analisis horizontal membandingkan dengan pos yang sama pada  periode yang berbeda. Kedua, total angka pos-pos yang dibandingkan pada analisis vertikal bila dikumulatifkan sbesar 100%, sedangkan pada analisis horozontal, periode  pembanding ditetapkan sebesar 100% sehingga angka pada periode yang dibandingkan  bisa diatas atau dibawah 100%. Ketiga, dari sisi tujuannya analisis vertikal diaplikasikan untuk mengetahui kontribusi masing-masing pos terhadap angla total, sedangkan pada analisis horizontal digunakan dengan tujuan untuk mengetahui perubahan dan  perkembangan masing-masing pos.



B.     Analisis Rasio

Seorang manajer perusahaan jasa pelayanan (hospitality industry) seperti hotel, secara rutin sangat membutuhkan informasi  yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja dan kondisi bisnis yang sedang dijalankan.  Melakukan interpretasi terhadap neraca dan laporan laba rugi  akan sangat bermanfaat untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan.  Interpretasi tersebut dapat disusun berdasarkan ukuran yang berupa rasio – rasio yang dapat digunakan untuk memprediksi usaha dan pengambilan keputusan untuk masa yang akan datang.

Balance Sheet

Star Hotel

December 31, 2007 and 2008




Assets

2007

2008

CCurrent  Assets

Cash

503.000

520.000

Account Receivable (net)

190.000

160.000

Inventories

120.000

150.000

Prepaid Expenses

48.000

40.000

Total Current Assets

861.000

870.000

Invesment

50.000

50.000

Property and Equipment (net)

7.483.000

7.490.000

Total Assets

8.394.000

8.410.000

Liabilities and Owners’ Equity

Current Liabilities

Account Payable

192.000

225.000

Notes Payable

40.000

25.000

Taxes Payable

20.000

15.000

Advance deposit

30.000

50.000

Accrued Expenses

6.000

5.000

Current portion of mortgage

120.000

124.000

Total Current Liabilities

408.000

444.000

Long Term Debt – Mortgage Payable

4.120.000

4.000.000

Total Liabilities

4.528.000

4.444.000

Owners’ Equity

Commond Stock

3.312.000

3.312.000

Retained Earnings

554.000

654.000

Total Owners’ Equity

3.866.000

3.966.000

Total Liabilities and Owners’ Equity

8.394.000

8.410.000





Income Statement

Star Hotel

For Years Ended December 31, 2007 and 2008


Description

2007

2008

Total Revenue

1.430.500

2.062.000

Rooms:

Revenue

906.500

1.220.000

Payroll and related expenses

(175.500)

(295.000)

Other Direct Expenses

(95.000)

(215.000)

Departmental Income

636.000

710.000

Food and Beverage :

Revenue

512.000

817.000

Cost of Sales

(180.000)

(310.000)

Payroll and Related Expenses

(169.000)

(245.000)

Others Direct Expenses

(55.000)

(90.000)

Departmental Income

108.000

172.000

Rental and Other Income Revenue

12.000

25.000

Gross Operating Profit

756.000

907.000

Undistributed Operating Expenses

Administrative and General

100.000

90.000

Marketing

65.000

64.000

Property Operation and Maintenance

80.000

70.000

Energy Cost

105.000

80.000

Total Undistributed Operating Expenses

350.000

304.000

Income Before Fixed Charge

406.000

603.000

Fixed Charge:

Rent

0

0

Insurance

75.000

95.000

Interest

25.000

25.000

Depreciation

245.000

295.000

Total Fixed Charge

345.000

415.000



Income Before Taxes



61.000



188.000

Income Taxes

(0)

(0)

Net Income

61.000

188.000

1.      Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan untuk melunasi atau menjamin hutang  jangka pendeknya dengan aktiva lancar.

Rasio Lancar (Current Ratio)


Current Ratio

=

Current Assets

Current Liabilities







Pada hotel, meskipun memiliki current ratio yang relatif lebih besar akan tetapi komposisi persediaannya cukup besar , justru akan menyebabkan ketidak efisienan operasional.  Jenis persediaan di hotel ( bahan makanan, minuman dan supplies) , tidak mudah di jual/dicairkan untuk membayar hutang.

Rasio Cepat (Accid Test Ratio)

Rasio cepat mengukur likuiditas berdasarkan aktiva lancar yang dapat secara cepat dicairkan menjadi alat pembayaran saja, yaitu Kas, Surat Berharga dan Piutang.  Dalam operasional hotel, persediaan, meskipun termasuk sebagai aktiva lancar akan tetapi  membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencairkannya menjadi kas.




Acid Test Ratio

=

Cash + Marketable Securities  + Account Receicvable

Current Liabilities



2.      Rasio Solvabilitas (Solvability)

Rasio Solvabilitas mengukur tingkat keuangan hotel yang dibiayai dengan hutang dan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh hutangnya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Secara umum, perusahaan dapat membayar atau menjamin seluruh hutangnya apabila hartanya lebih besar dibandingkan dengan seluruh hutangnya





Assets To Liabilities Ratio

Assets to total liabilities ratio merupakan rasio perbandingan antara total harta  dengan total hutang.  Rasio ini bermanfaat untuk melihat seberapa besar harta yang dimiliki untuk menjamin seluruh hutangnya.


Assets to Liabilities Ratio

=

Total Assets

Total Liabilities







Debt To Equity Ratio

Debt to Equity Ratio merupakan ratio total hutang terhadap modal sendiri.  Total aktiva yang dimiliki oleh hotel dapat didanai dari sumber hutang (creditor) maupun dari modal sendiri (investor/owner).  Rasio ini menggambarkan hubungan antara kedua sumber pendanaan tersebut.  Rasio ini memberikan informasi seberapa besar pembelian aktiva yang dibiayai hutang dibandingkan dengan modal sendiri.


Debt to Equity Ratio

=

Total Liabilities

Total Equity











3.      Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Rasio aktivitas mengukur efektivitas manajemen dalam menggunakan sumber – sumber daya perusahaan.  Efektifitas manajemen dalam penggunaan sumber – sumber tersebut misalnya mempercepat pengumpulan piutang yang dapat segera digunakan untuk membiayai operasional dan pemakaian persediaan untuk menghasilkan pendapatan dari penjualan.

Tingkat Perputaran Piutang (Account Receivable Turnover)

Transaksi penjualan yang dilakukan hotel sebagian besar merupakan penjualan secara kredit, sehingga piutang dalam usaha hotel merupakan aktiva lancar yang jumlahnya cukup besar jika dibandingkan dengan lainnya.   Seperti yang telah dibahas dimuka mengenai likuiditas, maka kualitas piutang harus selalu dipertimbangkan.        Piutang dari penjualan secara kredit kepada tamu diharapkan dapat segera dicairkan menjadi kas.  (diasumsikan bahwa seluruh penjualan merupakan penjualan kredit,) maka Tingkat Perputaran Piutang dapat dihitung sebagai berikut :




Account Receivable Turnover

=

Total Credit Sales

Average A. Receivable






Average Account Receivable

=

Beginning + Ending

2







Rata – rata Periode Penagihan (Average Collection Periode)

Average Collection Periode  merupakan waktu rata – rata suatu piutang dapat dicairkan menjadi kas. 




Average Collection Period

=

365 days

A/R Turnover



Inventory Turnover (Perputaran Persediaan)

Tingkat perputaran persediaan atau inventory turnover , mengukur seberapa cepat persediaan berputar dalam operasional.  Secara umum, semakin cepat persediaan berputar akan semakin baik pengaruhnya terhadap operasional.  Hal tesebut dapat berarti bahwa persediaan banyak diambil untuk dijual dan biaya penyimpanan dan pemeliharaan dapat dikurangi.  Biaya – biaya pemeliharaan dan penyimpanan persediaan antara lain yaitu : sewa gudang, asuransi, listrik, alat pendingin / refrigerator, karyawan dan dana yang digunakan untuk membeli persediaan.

  



Food and Beverage Department Income Statement



Star Hotel

For the Years Ended December ,31 , 2008




Food

Beverage



Sales

665.000

152.000

Cost of Sales :

Beginning Inventory

10.000

4.000

Purchase

275.000

66.000

Less : Ending Inventory

(30.000)

(10.000)

Cost Of Goods Used

255.000

60.000

Less : Employee Meals

(5.000)

(0)

Cost Of Goods Sold

250.000

60.000

Gross Profit

415.000

92.000

Expenses:

Payroll and Realated Expenses

200.000

45.000

Other Direct Expenses

60.000

30.000

Total Expenses

260.000

70.000

Departmental Income

155.000

22.000






Food Inventory Turnover

=

Cost of Food Used

Average Food Inventory




Average Account Receivable

=

Beginning + Ending

2







Rasio Profitabilitas

Rasio Profitabilitas atau Profitability Ratio menggambarkan prestasi dan pertanggungjawaban manajemen dalam mengelola hotel.

Margin  Laba (Profit Margin)

Manajemen sering mengevaluasi kemampuan mereka  dalam menghasilkan laba ( keuntungan)  dari seluruh pendapatan dari penjualan yang dilakukan.   Margin laba dihitung dengan cara  laba bersih ( net income) dibagi dengan total pendapatan ( Total revenue).


Profit Margin

=

Net Income

x

100%

Total Revenue



Rasio Efisiensi Operasional (Operating  Efficiency  Ratio)

Operating Efficiency Ratio disebut juga Gross Operating Profit Ratio.  Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja manajemen sesungguhnya tanpa dipengaruhi oleh biaya – biaya yang timbul akibat keputusan pemilik atau investor, seperti : penyusutan, bunga pinjaman bank dan asuransi.  Sedangkan, pendapatan dan biaya yang terjadi dalam operasional dari revenue center maupun support center  sepenuhnya dapat dikendalikan manajemen. Sehingga, pengukuran operating efficiency ratio merupakan pengukuran kemampuan manajemen dalam menghasilkan keutungan tanpa dipengaruhi keputusan pemilik.


Operating Efficiency Ratio

=

Income Before Fixed Charge

x

100%

Total Revenue









Return On Assets (ROA)

Return On Assets merupakan ratio yang mengukur seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dari penggunaan assets hotel.  ROA diperoleh dengan cara net income dibagi dengan total assets. Rreturn on assets Star Hotel dapat dihitung sebagai berikut :




ROA

=

Net Income

x

100%

Average Total Assets


 

C.    Analisis Informasi Keuangan Berdasarkan USALI

Uniform System of Accounts for Lodging Industries merupakan penetapan format standar dan klasifikasi perkiraan yang mengarah pada kepemilikan individu dalam  penyiapan dan penyajian laporan keuangan pada bidang perhotelan. Standarisasi tersebut membantu pemakai laporan keuangan internal dan eksternal untuk membandingkan posisi keuangan dan kinerja operasi pada jenis kepemilikan yang sama dalam industri hotel. Ada beberapa konsep penting dari Uniform System of Accounts for Lodging Industries, yaitu:

1.      Membagi departemen fungsional menjadi 3 jenis yaitu :

·         Departemen operasi, merupakan departemen yang memberikan kontribusi  pendapatan seperti room, F & B, telephone, laundry dan lain-lain.

·         Departemen overhead, merupakan departemen pendukung, seperti administration & general, marketing.

·         Departemen alokasi, merupakan departemen yang berfungsi mengalokasikan  beban  pada masing-masing departemen, seperti departemen personalia mengalokasikan  beban gaji karyawan.

2.      Setiap departemen dalam organisasi akan dibebani oleh gaji karyawan dan pengeluaran departemennya.

3.      Memberikan keseragaman dalam departemen dan dalam klasifikasi aktiva, hutang, penghasilan dan biaya.

4.      Memberi kemampuan untuk membandingkan hasil operasi.

5.      Memberikan kemampuan untuk melatih pengendalian anggaran yang kuat dimana pengendalian anggaran merupakan alat untuk mengendalikan hasil departemen.



Salah satu kegiatan yang perlu dilakukan dalam pengelolaan keuangan usaha  perhotelan yaitu perlunya analisis terhadap laporan keuangan dan operasional. Analisis keuangan yang terkait dengan operasional bertujuan untuk menyajikan informasi secara terstruktur mengenai keadaan keuangan perusahaan. Analisis terhadap laporan keuangan  perusahaan pada dasarnya untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan ) dan tingkat risiko aatau tingkat kesehatan perusahaan. Analisis keuangan mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan bidang financial dan operasional,yang sangat membantu dalam menilai kinerja manajemen masa lalu dan prospeknya dimasa datang. Analisis antara lain menyajikan informasi mengenai: tingkat pencapaian target operasional yang telah direncanakan, tingkat pencapaian laba, efisiensi biaya, efektifitas  pengolaan kas dan piutang, efektifitas pengelolaan persediaan dan sebagainya.







BAB III

PENUTUP



KESIMPULAN

            Analisis Vertikal yakni membandingkan masing-masing pos dalam periode berjalan dengan jumlah total pada laporan yang sama dapat bermanfaat untuk menyoroti hubungan yang signifikan dalam laporan keuangan. Analisis Horizontal adalah analisis dengan mengadakan perbandingan laporan keuangan untuk beberapa periode atau beberapa saat sehingga akan diketahui  perkembangannya.

            Melakukan interpretasi terhadap neraca dan laporan laba rugi  akan sangat bermanfaat untuk mengetahui perkembangan keuangan perusahaan.  Interpretasi tersebut dapat disusun berdasarkan ukuran yang berupa rasio – rasio yang dapat digunakan untuk memprediksi usaha dan pengambilan keputusan untuk masa yang akan datang.

            Analisis terhadap laporan keuangan  perusahaan pada dasarnya untuk mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan ) dan tingkat risiko aatau tingkat kesehatan perusahaan. Analisis keuangan mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan bidang financial dan operasional, yang sangat membantu dalam menilai kinerja manajemen masa lalu dan prospeknya dimasa datang. Analisis antara lain menyajikan informasi mengenai: tingkat pencapaian target operasional yang telah direncanakan, tingkat pencapaian laba, efisiensi biaya, efektifitas   pengolaan kas dan piutang, efektifitas pengelolaan persediaan dan sebagainya.









REFERENSI

           

Widanaputra,A.A G.P, Suprasto, Herkulanus Bambang, Aryanyo, Dodik, Sari, MM. Ratna.2009. AKUNTANSI PERHOTELAN (Pendekatan Sistem Informasi). Denpasar : Graha Mulia.

http://budiampta2.blogspot.co.id/2013/02/analisis-rasio-seorang-manajer.html ( diakses tanggal 13Mei 2018 ).

http://budiampta2.blogspot.co.id/2012/06/analisis-operasional-hotel-menjalankan.html ( diakses tanggal 13 Mei 2018 ).

1 Response to "AKUNTANSI HOTEL SAP 13"

  1. AJO_QQ poker
    kami dari agen poker terpercaya dan terbaik di tahun ini
    Deposit dan Withdraw hanya 15.000 anda sudah dapat bermain
    di sini kami menyediakan 8 permainan dalam 1 aplikasi
    - play aduQ
    - bandar poker
    - play bandarQ
    - capsa sunsun
    - play domino
    - play poker
    - sakong
    -bandar 66 (new game )
    Dapatkan Berbagai Bonus Menarik..!!
    PROMO MENARIK
    di sini tempat nya Player Vs Player ( 100% No Robot) Anda Menang berapapun Kami
    Bayar tanpa Maksimal Withdraw dan Tidak ada batas maksimal
    withdraw dalam 1 hari.Bisa bermain di Android dan IOS,Sistem pembagian Kartu
    menggunakan teknologi yang mutakhir dengan sistem Random
    Permanent (acak) |
    Whatshapp : +855969190856

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel